Langsung ke konten utama

Postingan

Mengidolakan seseorang harusnya terinspirasi dan bukannya terintimidasi

Begitu banyak kejadian tragis telah terjadi atas nama "cinta idola". Bila di masa kecil, saya berjumpa demam hollywood dan kemudian hong kong, maka era remaja saya bertemu demam dorama jepang. Berikut di jaman now, relatif lebih dominan korean fever yg populer dengan istilah k-drama dan k-pop. Sesungguhnya mengidolakan sesuatu sangat tidak salah. Namun menjadi tragis, saat harus kehilangan hidup bahkan kehilangan nyawa. Mengagumi seseorang seharusnya kita terinspirasi kisah perjuangan dan juga hasil suksesnya, dan bukan justru terintimidasi dengan melakukan hal2x yang ajaib. Kita gak pernah tahu perjuangan mereka di balik gemerlap layar itu. Dan bila memang semuanya manis dan baik2x saja, mengapa banyak dr figur popular itu akhirnya satu persatu justru mengakhiri hidupnya masing2x. Yang ironisnya adalah, biasanya akan diikuti gerakan yang sama oleh para fans-nya. Jangankan mengakhiri hidupnya, punya pacar atau sang idola akhirnya menikah, yg mestinya kita bisa iku...

Melihat Kehidupan Dari Kacamata Berbeda :D

Saya tidak berani menjanjikan apapun tentang film ini. Karena sebagaimana saya yang penggemar non Drama (fanz berat dari Martial Arts film juga Thriller dan Horror) juga "mengosongkan gelas" dahulu untuk menonton film yang akhirnya menurut saya seindah "Miracle in Cell No. 7", heheheh..... Sudah pasti ada pro-kontra, terlebih dengan muatan spiritual yang begitu kental dari film ini yang tidak terkait dengan label religius apapun dan juga manapun. Berawal dari kematian seorang pemadam kebakaran saat tugas menyelamatkan nyawa seorang anak dalam sebuah tragedi. Dan melalui komitmen dan ketulusannya di setiap peristiwa dengan selalu bersedia mengutamakan nyawa dari semua korban yang ditolongnya daripada nyawanya sendiri, maka ia sesampainya di gerbang "Afterlife" ia memperoleh status istimewa sebagai "arwah mulia". Namun meski memperoleh hak istimewa, ia tetap saja harus menghadapi 7 pengadilan di 7 neraka ( pengadilan pembunuhan, kemala...

Fatamorgana dalam Dunia Relasi

Istilah fatamorgana digunakan dalam bidang ilmiah sebagai melihat sesuatu yang tampak ada namun sebenarnya tidak ada. Demikian dalam bidang relasi begitu banyak fatamorgana telah menyebabkan "korban" begitu banyak, dimana banyak pasangan yang sesungguhnya mantap jiwa namun tak mampu bahagia, sementara yang penuh badai malah kadang bisa bahagia satu sama lain. Tulisan ini tidak mengeneralisir, namun hanya mereview sekaligus memberikan ilustrasi nyata beberapa fakta fatamorgana yang terjadi dalam dunia romansa. 1. J UAL MAHAL VERSUS JUAL MURAH Well, dengan tidak bermaksud menghakimi, jual mahal sekaligus jual murah sulit untuk memperoleh pasangan apalagi untuk bahagia, karena bila yang satu MEMANDANG TERLALU TINGGI KEPADA DIRINYA SENDIRI sementara yang satu MEMANDANG RELATIF RENDAH AKAN DIRINYA SENDIRI. Calon2x "peserta" yang akan berjuang untuk audisi romansa di si jual mahal suatu saat pasti akan lelah, apalagi bila sampai kualitasnya ternyata tidak sesuai har...

and WE happily ever after.....:D

adalah sangat wajar juga alamiah bila kita menginginkan KEBAIKAN dalam membentuk keluarga, yang bila perlu cukup satu kali dalam seumur hidup. Namun tak sedikit pun yang terlihat sudah memiliki "SEGALANYA" tapi tetap saja harus berujung perpisahan. Lalu apa yang membuat BERTAHAN bahkan MENGINSPIRASI??? Hidup sungguh tak pasti. Ada yang berjuang bersama dari kondisi sangat bawah hingga mencapai tahapan sukses yang bahkan di atas rata-rata, berikut sama sama rupawan, namun ternyata akhirnya tetap juga bisa "pindah ke lain hati" bahkan hingga kategori "mencederai nilai spiritual pernikahan". Dengan tidak bermaksud menghakimi, betapa banyak kisah relasi yang terjadi karena alasan ketidak-berdayaan menghadapi realitas, kemudian mencari kemudahan dengan alasan berbakti dan membantu kehidupan saudara dan keluarga bersedia menjadi "pasangan tersembunyi" dari seseorang yang sudah memiiki keluarga. Apakah kemudian bahagia?  Rata-rata...

Fairy Tale

Siapa yang gak pengen sih kisah cintanya seindah kisah-kisah dongeng, yang begitu indah juga membius :D Meski kita kadang gak waspada kalo sebenarnya PERNIKAHAN itu baru awal perjalanan romansa yang sesungguhnya, namun udah terlanjur terhipnotis pesan "and they happily ever after", hihihi...:p Pangeran tampan tajir melintir dengan kebaikan hati yg bikin melipir bersanding indah dengan putri yg selalu digambarkan elegan mempesona bagai malaikat surgawi meski dr kalangan manapun (mulai dr cinderella hingga sleeping beauty, belum lg romansa ala drama korea). Dunia memang panggung sandiwara, tapi sayangnya SIFAT HIDUP YANG TAK PASTI & SULIT DIDUGA membuat kisah dongeng yang terskenario (dan ujungnya kadang sudah tahu, tapi kita tetap bersedia menontonnya bagai film tema superhero yg sudah ketahuan endingnya apa tapi tetap aja membuat kita kecanduan karena hal sederhana, ALAM BAWAH SADAR KITA PENGEN BANGET POPULER & JUGA BAHAGIA) sulit diterjemahkan dalam realita...

Relasi adalah tentang Seni Melepas

Selamat Tahun Baru 2018, semoga yg belum dapet partner segera dipercepat jodohnya dan yang sudah punya partner disetiakan dan juga membahagiakan, hihihi....:D Membuka lembaran baru tahun 2018, dengan topik relasi. Banyak yg berpendapat bahwa CINTA HARUS MEMILIKI. Tapi berapa banyak yg akhirnya harus berujung penderitaan krn PRINSIP HARUS MEMILIKI ini, krn gak dapet jd baper dan dapet pun jd suffer (karena yg satu gampang sensi, jelas smp posesip, sementara partnernya jadi gak comfy smp terasa terbelenggu)  hahahhahahaha....:p Dengan Melepas Kita Bahagia Bagi banyak pihak, mungkin ini terasa absurd. Tapi secara logika sederhana aja sudah terasa koq efeknya. Dengan melepas, kita lebih damai saat si dia ternyata lebih bahagianya dgn yg lain. Karena sejak awal berjuang, sudah melepas yaitu kebahagiaan si dia wajib jadi bahagia kita juga, jd kalo TERNYATA AKHIRNYA endingnya si dia lebih bahagia dgn orang kain, maka ya bahagianya udah jelas Jd bahagia kita jg. Dengan berse...

Tentang Hati

Tulisan berikut ini diperoleh dari kumpulan pesan baik beberapa guru _/\_ 1. Bagaimana bila SI DIA lebih mengutamakan baktinya daripada keluarganya??? Dalam sebuah event diskusi, seorang perempuan dewasa bertanya tentang keraguannya untuk melanjutkan hubungannya ke tingkat pernikahan, karena dia melihat bagaimana baktinya sang calon kepada orang tuanya. Ia kuatir bahwa itu akan menyulitkan kehidupan keluarganya bila sang calon terlalu "anak mami" seperti itu. Dijawab dengan sebuah ilustrasi kisah nyata bahwa ada seorang anak yang begitu tulus melepaskan segalanya demi kesembuhan ibunya terkasih, bahkan sejak awal ia siap untuk kehilangan keluarganya sendiri, karena ia memahami bahwa pasangan hidupnya belum tentu berkenan dan memahami juga bertahan di sisinya bila suatu saat ia akan kehilangan "segalanya" untuk baktinya. Dan memang, ia harus kehilangan seluruh hartanya (bahkan hingga tak mampu menebus jenazah ibunya dari rumah sakit) setelah ...