Langsung ke konten utama

Arti Sahabat Sejati

‎​Kisah ini mencrtkan tentang dua sahabat melintas gurun pasir, saat berjlnnya wkt mrk mulai bertengkar & Ɣªήğ satu menampar pipi sahabatnya, Ɣªήğ ditampar pipinya hatinya terluka, τǎp¡ tanpa berkata sepatah katapun dia kemudian menulis di pasir "HARI INI SAHABAT BAIKKU MENAMPAR WAJAHKU"

Mrk meneruskan perjlnan hingga menemukan oasis dimana mrk memutuskan utk beristirahat&mandi, τǎp¡ orng Ɣaήğ wajahnya ditampar terjebak di pasir penghisap & tenggelam tetapi sahabatnya berhasil menyelamatkannya, setelah pulih keadaanya dia mengukir kalimat di sebuah batu "HARI INI SAHABAT BAIKKU TELAH MENYELAMATKAN HIDUPKU"

Sahabatnya bertanya : setelah aku menamparmu km menulis di pasir & skrng km menulis di batu, kenapa begitu??
Sahabat Ɣªήğ ditanya menjawab: "ketika seseorang menyakiti, kita hrs menuliskan di pasir agar angin memaafkan kita dgn meniupnya lenyap tak berbekas"
" τǎ¡ saat orng melakukan kebaikan utk kita, kita hrs mengukirnya di batu, supaya tdk ada satu angin pun Ɣªήğ sanggup menghapus ingatan indah itu"


BELAJARLAH UTK MENULISKAN KEPEDIHANMU DI PASIR & MENGUKIR PENGALAMAN BAIKMU DI BATU CADAS.

(Share ini diposting oleh sahabat saya Indra Pengcai, via BB)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Value of Life

Mungkin beberapa diantara kita yg pernah denger kisah dr Ajahn Brahm tentang ,"Ayam dan Bebek",dimana sepasang suami istri yg kebetulan mendengar suara binatang lalu sibuk "berdebat" tentang nama binatang yang mereka dengar suaranya tersebut. Pada awalnya suaminya (yg kebetulan di kisah ini dlm posisi BENAR) berusaha sibuk"memperbaiki" kesalahan istrinya tersebut, namun belakangan akhirnya sang suami baru menyadari bahwa KEDAMAIAN ITU JAUH LEBIH PENTING DARIPADA SEKEDAR BENAR,sehingga kemudian ia mengalah kepada "kebenaran" istrinya tersebut, demi sebuah cinta yang penuh ketulusan. Apakah cara diatas itu tepat? Sebenarnya nggak juga, tapi toh masih ada waktu lain kan untuk menjelaskan kebenarannya tersebut. Bukankah lebih baik damai terlebih dahulu, meski terpaksa harus berdiri di atas sebuah "kesalahan" sekalipun, ketimbang sebuah kebenaran namun berdiri di atas sebuah "perang". Dan sayangnya kita lebih sering...

SEANDAINYA ESOK TAK PERNAH DATANG (By Norma Cornett Marek)

‎​ Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu terlelap tidur….. Aku akan menyelimutimu dengan lebih rapat, dan berdoa kepada Tuhan agar menjaga jiwamu...... Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu melangkah keluar pintu... Aku akan memelukmu erat dan mencium mu, dan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi........ Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kudengar suaramu memuji....... Aku akan merekam setiap kata dan tindakan, dan memutarnya lagi sepanjang sisa hariku.......... Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya, aku akan meluangkan waktu extra satu atau dua menit........untuk berhenti dan mengatakan ”Aku mencintai mu” , dan bukannya menganggap kau sudah tahu..................... JADI.....untuk berjaga jaga seandainya esok tak pernah datang, dan hari inilah yang kupunya......... Aku ingin mengatakan betapa aku sangat mencintaimu, dan kuharap KITA takkan pernah lupa........Esok tak dijanjikan kepada siapap...

Indahnya Cinta Sejati (share inspiratif dr BB seorang sahabat)

Xiao Cien namanya. Tampangnya biasa saja, tp penuh pengertian & kelembutan. Di tahun kelulusan kami, ia berkata, "Saya dpt beasiswa ke Amerika, dan tak tahu berapa lama di sana. Kita bertunangan dulu, ya?" Sehari sesudah wisuda, kami bertunangan. Xiao Cien brgkt ke Amrik dan saya mendpt pekerjaan bagus. Kami berhubungan dan melepas kerinduan dgn bertelepon. Suatu hari menuju tempat kerja, saya tertabrak. Tidak tahu lewat berapa lama saya pingsan. Saat siuman, yg terlihat adalah raut wajah sedih dari setiap orang. Sebenarnya apa yang terjadi. Mengapa saya tdk dpt bersuara? Ayah berkata, "Dokter bilang syaraf kamu terluka. Sementara tdk dpt bersuara, lewat beberapa waktu akan membaik." "Saya tidak mau!" saya berusaha memukul ranjang, membuka mulut lebar-lebar berteriak, tapi gak ada suara yg keluar. Setelah itu, kehidupanku berubah. Suara telepon yg didambakan menjadi suara yg sangat menakutkan. Saya tidak lagi keluar rumah, lalu mengucilk...