Langsung ke konten utama

Cinta itu Indah, karena... (sbh share yg sgt inspiratif dr BB seorang sahabat)

‎​Kakek dan nenek mencritakan kisah percintaan mereka pada jaman mereka muda dulu kepada cucu nya yg bertanya:"kakek,nenek tolong beritahu kami rahasia tetap bhgia selama hdup bersama puluhn tahun..
Kakek dan nenek saling pandang sejenak,lalu:
Nenek itu menjawab: saat suatu hari,nenek dan kakek terlibat obrolan artikel di majalh berjudul "Bagaimana memperkuat tali pernikahan"kami berdua sepakat pisah kamar di hari itu,utk menulis hal-hal yg qt ga suka.
Pagi saat kakek dan nenek sarapan,kami masing2 membawa kertaz,nenek memutuskan utk memulai membaca kertaz itu untuk menjabarkan hal yg tidak disuka dari kakek sebanyak 3lembar,stelah selesai,nenek menyuruh kakek utk membaca yg ia tuliz,ternyata kertaz yg dibwa kakek adlah kertaz kosong,lalu kakek menjelaskan kepada cucu nya:"Nenek adalah wanita yg kakek cintai apa adanya,kakek tidak ingin mengubahnya sedikitpun.Nenekmu ini cantik,baik hati dan mau menikah dengan kakek,itu sudah cukup utk kakek.


Pesan cerita:Ketika anda mencintai seseorang,cintailah sepenuhnya,tanpa pamrih dan tanpa berusaha mengubahnya,tanpa menuntut apapun darinya.Karena ktika kita mensyaratkan sesuatu pd sbuah hubungn asmara,kita akan mudah sekali menuntut org yg kita cintai utk melakukan sesuatu yg buat kita bahagia.Konsekuensi dari cinta bersyarat adlh kita mudah benci org itu jika dia tidak memenuhi apa yg kita syaratkan,ap yg kita inginkan.Dengan demikian,kita mencintai orang itu hanya krena dia membuat kita bahagia.Tetapi ketika dia menyakiti kita,cinta itu mudah luntur.

Dikutip dari buku:"Kisah seekor sapi yang jujur"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indahnya Cinta Sejati (share inspiratif dr BB seorang sahabat)

Xiao Cien namanya. Tampangnya biasa saja, tp penuh pengertian & kelembutan. Di tahun kelulusan kami, ia berkata, "Saya dpt beasiswa ke Amerika, dan tak tahu berapa lama di sana. Kita bertunangan dulu, ya?" Sehari sesudah wisuda, kami bertunangan. Xiao Cien brgkt ke Amrik dan saya mendpt pekerjaan bagus. Kami berhubungan dan melepas kerinduan dgn bertelepon. Suatu hari menuju tempat kerja, saya tertabrak. Tidak tahu lewat berapa lama saya pingsan. Saat siuman, yg terlihat adalah raut wajah sedih dari setiap orang. Sebenarnya apa yang terjadi. Mengapa saya tdk dpt bersuara? Ayah berkata, "Dokter bilang syaraf kamu terluka. Sementara tdk dpt bersuara, lewat beberapa waktu akan membaik." "Saya tidak mau!" saya berusaha memukul ranjang, membuka mulut lebar-lebar berteriak, tapi gak ada suara yg keluar. Setelah itu, kehidupanku berubah. Suara telepon yg didambakan menjadi suara yg sangat menakutkan. Saya tidak lagi keluar rumah, lalu mengucilk...

Makna Hidup (oleh Bunda Teresa)

‎​ * Hidup adalah kesempatan, gunakan itu. * Hidup adalah keindahan, kagumi itu. * Hidup adalah mimpi, wujudkan itu. * Hidup adalah tantangan, hadapi itu. * Hidup adalah kewajiban, penuhi itu. * Hidup adalah pertandingan, jalani itu. * Hidup adalah mahal, jaga itu. * Hidup adalah kekayaan, simpan itu. * Hidup adalah kasih, nikmati itu. * Hidup adalah janji, genapi itu. * Hidup adalah kesusahan, atasi itu. * Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu. * Hidup adalah perjuangan, terima itu. * Hidup adalah tragedi, hadapi itu. * Hidup adalah petualangan, lewati itu. * Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu. * Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu. ‎​Orang sering keterlaluan, tidak logis, dan hanya mementingkan diri sendiri; bagaimanapun, maafkanlah mereka Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih; bagaimanapun, berbaik hatilah Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa yang sejati; bagaimanapun, ...

Value of Life

Mungkin beberapa diantara kita yg pernah denger kisah dr Ajahn Brahm tentang ,"Ayam dan Bebek",dimana sepasang suami istri yg kebetulan mendengar suara binatang lalu sibuk "berdebat" tentang nama binatang yang mereka dengar suaranya tersebut. Pada awalnya suaminya (yg kebetulan di kisah ini dlm posisi BENAR) berusaha sibuk"memperbaiki" kesalahan istrinya tersebut, namun belakangan akhirnya sang suami baru menyadari bahwa KEDAMAIAN ITU JAUH LEBIH PENTING DARIPADA SEKEDAR BENAR,sehingga kemudian ia mengalah kepada "kebenaran" istrinya tersebut, demi sebuah cinta yang penuh ketulusan. Apakah cara diatas itu tepat? Sebenarnya nggak juga, tapi toh masih ada waktu lain kan untuk menjelaskan kebenarannya tersebut. Bukankah lebih baik damai terlebih dahulu, meski terpaksa harus berdiri di atas sebuah "kesalahan" sekalipun, ketimbang sebuah kebenaran namun berdiri di atas sebuah "perang". Dan sayangnya kita lebih sering...