Langsung ke konten utama

LUKISAN (sebuah share yg sgt inspiratif dr BB seorang sahabat)



Pada suatu hari dsebuah kerajaan .seorang raja membuat lomba yang membuat para pelukis tersohor dari negeri-negeri pun berdatangan.

"Lomba melukis yang berjudul 'damai sejahtera' , aku beri waktu 3hari .yg terbaik akan aku beri hadiah" kata sang raja

3hari kmudian..
cuma 3 pelukis yg berhasil menyelesaikan gambar mereka dan memberikan pada sang Raja

Lukisan 1 : ada sebuah danau biru yg bening dengan ikan2 yg banyak..dan ditengah2 terdapat perahu kecil dan seorang yg sedang bersiul memancing dgn udara sepoi-sepoi dan langit biru yg cerah "Ini lah damai sejahtera" kata pelukis pertama

Lukisan 2 : ada sebuah gunung yang hijau,udara khas yg sejuk dengan sawah-sawah..matahari yg cerah ,pohon yg rindang ..dan dua orang sedang duduk dibawah pohon sambil tertawa bahagia.
"Inilah damai sejahtera" kata pelukis kedua

Lukisan 3 : sebuah laut yang luas berwarna hitam krn sedang terjadi badai,ditengah2 ada angin topan , langit yg gelap dengan sambaran petir dmn2 . Sebuah batu karang yg diterjang ombak .langit hitam pekat bahkan terlihat abstrak krn warna yg dipakai hanya warna gelap..tp,terdapat satu batu karang yg ada lubang ,didlm nya terdapat seekor burung pipit sedang bersiul riang . "Inilah damai sejahtera" kata pelukis ke 3

"Aku setuju dgn lukisan 3" kata Raja

Damai sejahtera bukanlah dimana kamu sedang dalam keadaan atau posisi nyaman2 aja tanpa masalah. Itu namanya comfort zone.
Damai sejahtera adalah, seseorang yang tetap bisa tersenyum ketika badai masalah datangg menerpa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta yang Tak Pernah Padam (dari Chicken Soup for The Couple Soul)

Ketika aku berjalan kaki pulang ke rumah di suatu hari yang dingin, kakiku tersandung sebuah dompet yang tampaknya terjatuh tanpa sepengetahuan pemiliknya. Aku memungut dan melihat isi dompet itu kalau-kalau aku bisa menghubungi pemiliknya. Tapi, dompet itu hanya berisi uang sejumlah tiga Dollar dan selembar surat kusut yang sepertinya sudah bertahun-tahun tersimpan di dalamnya. Satu-satunya yang tertera pada amplop surat itu adalah alamat si pengirim. Aku membuka isinya sambil berharap bisa menemukan petunjuk.

Lalu aku baca tahun “1924″. Ternyata surat itu ditulis lebih dari 60 tahun yang lalu. Surat itu ditulis dengan tulisan tangan yang anggun di atas kertas biru lembut yang berhiaskan bunga-bunga kecil di sudut kirinya. Tertulis di sana, “Sayangku Michael”, yang menunjukkan kepada siapa surat itu ditulis yang ternyata bernama Michael. Penulis surat itu menyatakan bahwa ia tidak bisa bertemu dengannya lagi karena ibu telah melarangnya. Tapi, meski begitu ia masih tetap mencintainya…

The World of Loveh-Loveh :D

Di era modern spt Skrg, sudah terjadi banyak pergerakan varian dr romansa. Berikut beberapa diantaranya:


1. DARI (PER)MATA TURUN KE HATI

apakah ini salah. Jawabannya GAK JUGA, krn jaman sekarang emang harus realistis. Semua kebutuhan bahkan yg paling dasar aja udah lumayan hohoho, jadi sangat wajar, bila banyak yg "terpaksa" harus mencari yg aman secara finansial, krn semua demi tuntutan kenyataan hidup yg gak selalu bersahabat dgn "pilihan hati".



Meski pada kenyataannya, gak semuanya happy journey atau happily ever after bahkan happy ending. Karena ada yg ternyata akhirnya "paman gober stadium akhir" (harusnya ngerti sih maknanya apa, hihihi...:p), atau yg share salah satu sahabat saya, "uangku ya uangku, uangmu ya uangmu. Hati kita boleh menyatu, tapi tidak dgn ATM kita", hehehehh, sampe yang "lebih fokus ke usaha/karir", krn semuanya dilakukan demi membahagiakan anak dan keluarga (tapi lupa bahwa KEHADIRAN juga salah satu elemen pentin…

Cinta bukan tentang harus selalu tentang romansa tapi kadang lebih kepada HATI :D

Kadang member jombloers sering “dibully” gang romansaers sbg “loners yg berharap hujan turun”, sementara di sisi lain, gang of single juga melakukan “serangan balik” kepada the familiers bahwa “percuma dobel bila justru tertekan, sementara sang single masih bisa bebas kemana-mana”, hahahaha....:p

Ya memang begitu kenyataannya. Keduanya punya “madu dan racunnya” masing-masing. Karena hidup emang gak bakal pernah sempurna. Emang saat sendiri mungkin tak memperoleh seorang partner istimewa yang bukan hanya bergerak sebagai sahabat namun juga afeksi dan intimasi seperti yg terjadi bila menikah (karena udah jelas persahabatan ya ada batasnya dunk, hohoho....:p)

Sementara yang dobel juga gak menjamin kemudian perfectly happily ever after layaknya film-film dongeng animasi. Which is, selera makan beda aja bisa jd sumber “ledakan” itu baru yang sifatnya internal belum lg kalo big famz kedua pihak ikut masuk, bisa langsung “duar”, hahahaha....

Jadi sebenernya esensinya cuman cukup “liat ke dalam …